Senin, 18 Maret 2013

perasaan yang tidak wajar, okesip by kamu:')

apakah dalam mencintai selalu ada yang tersakiti? kupikir iya :) tapi mengapa harus aku yang menjadi korban tersakitinya itu? kenapa bukan kamu? ataukah dia?. aku disini hadir sebagai orang ketiga, menurut kalian berdua mungkin tidak tapi aku ia, apakah aku salah tetap bertahan dalam perasaan ini? perasaan ini pernah hilang tapi kau datang kembali, meskipun hanya sekedar singgah sebentar. aku berdecak dalam hati, aku tolol kenapa harus jatuh cinta kepada KAMU dan akrab dengan DIA (pacarkamu)? jawabannya, karena aku terlalu KEPO-_- mirisnya kisahku. kamu yang kumaksud yang telah mencuri hatiku HEBAT, sebelumnya aku pernah menyukai dan mengagumi seseorang tapi tidak sedalam dan sejauh ini, tapi kamu? kamu hebat. haha kau selalu kulihat dilapangan itu, dilapangan depan sekolahku, lebih tololnya lagi aku selalu ingin melihatmu berada dilapangan itu. keinginan pertamaku, aku hanya ingin akrab denganmu saja, sekedar kakak-adik dan tidak lebih. tapi semakin hari berganti, perasaanku juga ikut berganti entah dari menyukai ke mengagumi atau sebaliknya?! sebulan duabulan aku membiarkan perasaan itu, dan parahnya aku dan kamu beda sekolah maka tak jarang aku tak melihatmu. karena kupikir kau sangat menyanyagi dia dan aku tak ingin menganggu hubungan kalian berdua, okesip bye kamu.
ketika aku berumur 17tahun tepatnya tanggal 12-12-2012, kau memberi aku ucapan selamat. sebelumnya aku tak pernah menduga hal sedemikian akan terjadi padaku, tapi kamu? kamu yang kumaksud hebat benar-benar memberi aku ucapan dihari yang menurut aku spesial:') terimakasih. aku bertanya dalam hati dan pertanyaan itu belum terjawab sampai aku ngepost blog ini. siapakah yang menyuruhmu memberi aku ucapan? apakah kamu kenal aku? dari mana kau tahu ulang tahunku? dari siapa kau mendapatkan nomor hapeku? kira-kira siapa? -_- pertanyaan itu masih menari-nari dipikiranku kala itu. aku dan kamu masih sibuk bersmsan dihari bahagiaku itu, sampai-sampai saat aku mentraktir temanku, kau juga ada ditempat yang sama. itu bukan kebetulan, karena setelah membalas sms kamu, kamu datang bersama teman-temanmu. tahukah kamu persaanku saat itu? perasaanku bercampur aduk, senang karena melihatmu dan takut kalau blablabla. setelah seminggu ulang tahunku, kamu tidak ada kabar, ternyata hapemu hilang dan kamu sakit. okesip, bye kamu.
saat itu aku yang tengah sibuk twitteran ngefolloww dia, niat pertamanya hanya ingin tahu cara berpacaran kalian bagaimana? kepokan? yah itulah penyakit aku!! aalnya aku dan dia hanya berkenalan biasa sampai suatu hari karena sudah sangat saling akrab satu sama lain dia mengajak aku ketemuan. tahukah kamu? aku takut, takut kalau dia tahu perasaanku yang sesungguhnya, ternyata tidak. kamu yang kumaksud hebat tidak salah jatuh cinta dan memilih perempuan yang sedang kau pacari itu, meski usia kamu dan dia terpaut beda setahun tapi kalian sangat serasi. aku mundur sebelum hatiku benar-benar hancur, tapi aku munafik. okesip, bye kamu.
selang hari dan bulan terus berganti, aku kembali mengusikmu. aku mengusikmu bukan maksud untuk mengganggu atau apalah tapi aku hanya ingin tahu kabarmu dan apakah kamu masih ingat denganku? ternyata iya, kamu masih ingat aku:') tahukah kamu aku sangat rindu dengan percakapan singkat kita melalui sms, tapi kamu biasa saja, yah karena kamu tidak memiliki perasaan kepadaku. DIA pernah curhat tentang kamu dan betapa kejamnya kamu telah melukai perasaan dia yang tulus mencintaimu? maka aku berada dipihak dia. seketika aku benci tentangmu tapi tidak bisa aku pungkiri kalau aku masih menyimpan rasa kepadamu. okesip, bye kamu.
sekarang kamu datang lagi dengan maksud blablabla, aku dan kamu ketemu ditempat yang mungkin aku takkan lupakan, yah ditempat itu. kita berbicara sebentar, tahukah kamu? hari itu pertama kalinya aku berbicara denganmu. aku bahagia, tapi ternyata aku :'( aku tak sanggup untuk melanjutkan ngepost blog ini :'(
perasaan ini harus ku kubur dalam-dalam :'( perasaan yang sangat tidak wajar untuk kumiliki. masih banyak orang diluar sana yang bisa aku cintai, tapi aku belum bisa mkenghapus perasaan itu :'( belum, munafik kalau aku bilang IYA. kenapa kebahagiaan belum berpihak padaku?! aku tak tahu jawabannya. okesip, bye kamu:')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar