Sore
itu Atul minta gue temani dia ke toko buku beli pensil warna, berhubung karena Bang
One lagi sibuk main dota gue yang jadi korban. Tadinya gue mau makai motor Bang
One buat ke toko buku tapi nggak dibolehin sama dia. Gue langsung meluncur ke toko
buku paling dekat dengan rumah gue tapi sial, sore itu sedang ada swiping di dekat toko buku itu. Baru mau
balik, gue udah diteriakin duluan sama potlantasnya.
“Helmnya
mana dek?” Tanya pak polisi.
“Ini
pak,” tanpa rasa bersalah gue nunjuk helm di kepala gue.
“Bapak
juga tau kok kalau itu helm. Maksud bapak adik kamu yang di belakang nggakpake
helm,”
“Emang
harus pake helm ya pak? Aku kira kalau anak kecil nggak pakai helm nggak
masalah pak,” kata gue membela diri.
“Itu
buat kebaikan adik kamu sendiri, mana SIM kamu?
Buset…
ini hal yang gue paling benci. Gue punya SIM, tapi kelupa di rumah. Pak polisi
pasti nggak percaya kalau gue lupa bawa SIM, gue cari jawaban yang paling aman,
gue jawab pertanyaan pak polisi “Rumahku deket kok pak, aku janji aku nggak
bakal ngulangi kesalahan ini lagi. Aku tau pak aku salah, manusia emang nggak
bisa luput dari kesalahan pak. Kita sesama manusia harus saling memaafkan,
Tuhan aja memaafkan umatnya yang bersalah. Mohon maaf lahir dan batin pak,”
kata gue sok puitis, itu gara-gara nonton film FTV berlebihan.
Polisinya
diam, dia masang muka idiot, sepertinya dia masih mencerna pendapat gue
barusan. Gue langsung ninggalin polisi itu, cukup jauh gue melaju, dia baru
sadar kalau gue udah pergi. Kalau lagi gugup atau panik, kadang-kadang kita
suka melakukan hal aneh, termasuk pas lagi ditilang polisi. Nih gue kasih
beberapa tips & trik yang lucu saat ditilang polisi yang mungkin bisa lo
praktekin.
7
tips & trik saat lo ditilang polisi :
1.
Curhat
Ketika polisi
nanya “PUNYA SIM?” apa nggak, lo bisa jawab gini “Selama ini nggak ada yang
peduli sama saya. Tapi bapak beda, baru ketemu aja udah nanya-nanya punya SIM
atau nggak. Duh cocweet” habis itu, langsung lo peluk pak polisinya. Hati-hati kalau
meluk, entar istrinya lihat^^.
2.
Amnesia
“Mana
SIM-nya?” Lo langsung pura-pura jawab “Bapak siapa? Saya di mana? Ini ada apa
rame-rame begini?” habis itu lo jambak-jambak rambut sendiri.
3.
Pura-pura
jadi tukang gambar
“Mana SIM
dan STNK kamu?” lo jawab gini aja “Jadi
gini pak, persetan lah, SIM dan STNK. Kalo diliat dari hidung bapak kayaknya
bapak cocok deh untuk jadi objek gambar saya”
terus lo keluarin kertas dan pensil, gambar aja piramida.
4.
Berubah
Jadi Bisu
“SIM-nya
mana bro? Bro, kok diem aja, brooo? Halooooooo” dan lo bergaya ala patung pancoran
diem nggak usah jawab apa-apa.
5.
Pura-pura
Jadi Wartawan
“Mana SIM
dan STNK kamu?” “Jadi gini loh pak, kalau saya amati, muka bapak cocok buat jadi
halaman depan di majalah redaksi saya pak,” terus lo ngeluarin ponsel lo yang
ada kameranya.
6.
Lagi
Banyak Masalah
“SIMnya
mana dek? Kamu telah melanggar pasal sekian karena sekian sekian” perlahan muka
lo dibuat iba dan bilang “Tangkap saja saya pak, saya tau kalau saya salah,
tangkap saya sekarang pak, tangkap” biar lebih memuaskan lo langsung
menyerahkan tangan.
7.
Sok
Anak Jendral
“SIMnya
mana?” “Bapak berani menangkap saya? Yaudah tangkap aja” “Kamu emang anak
siapa?” “Ha? Kenapa nanya2? Tangkap saya sekarang pak, tangkap. Saya anak dari
blablabla (sebut aja salah satu nama orang terhormat yang lo tau & kenal).”
“Oh yaudah, lain kali hati-hati ya.” Dengan begitu pak polisinya bakal lepasin
lo.
Hm, sebenarnya semua tips dan trik di
atas nggak menjamin saat lo ditilang polisi. Semua udah diatur oleh Tuhan YME,
itu cuma buat jaga-jaga aja.
Setelah sampai di rumah gue langsung cerita
sama mama dan papa soal kejadian tadi sore. Seperti biasanya, mama menyikapi hal
tersebut dengan ‘lebay’ beliau langsung melihat keadaan gue dan Atul yang
baik-baik saja.
“Kamu
kenapa nak? Kalian baik-baik saja kan? Apanya yang luka nak? Motornya lecet
nggak nak?” Tanya mama panik.
“ADUHHH
MAAAAA, AKU SAMA ATUL NGGAK KECELAKAAN TAPI DITILANG,” teriak gue sewot.
“Oh
ditilang ya nak, kiraiin kecelakaan.”
“HEHEHEHE
iya nih ma.”
Itu bukan pertama
kalinya gue ditilang, gue udah ditilang berkali-kali oleh polisi yang berbeda.
Saat gue ditilang gue cuma makai tips & trik di atas tadi, sampai saat ini
gue aman sih. Tapi gue curiga sama potlantas yang namanya Ari, kayaknya beliau nyatat
plat motor gue, apalagi beliau tahu kalau nama gue juga Ari.
Gue sih
berharap nggak bertemu lagi sama potlantas yang itu, tapi nggak bisa dipungkiri
juga kalau beliau itu potlantas yang paling suka patroli di jalan. Untung tadi
bukan beliau yang nilang gue, kalau sampai iya gue nggak tahu bakalan jadi apa.
Dan satu
lagi yang gue sesali, kenapa gue nggak kenal sama orang kaya atau orang
terhormat? Biar kalau ditilang, gue bisa bawa-bawa nama beliau. Hff.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar