Sebelum gue cerita panjang lebar pada sub-bab
ini, gue mau bilang kalian para readers
jangan salah paham dengan judul sub-babnya. Yang gue maksud situs burung
terbang warna biru yaitu salah satu socmed
yang paling sering gue kunjungi. Itu twitter. Gue pengguna uname @arianabaik sendiri mengaku senang mempunyai akun twitter.
Gue milih uname yang menurut gue unik
dan langka @arianabaik , Ariana sendiri nama asli gue, dan BAIK itu singkatan
dari nama idola gue Bastian-Aldi-Iqbaal-Kiki. Orang kadang salah ngartiin uname gue yang aslinya gue itu orangnya
baik, emang sih gue agak baik gimana gitu sama orang yang lagi butuh bantuan
gue. Gue pasti siap bantuin, mention
aja ke @arianabaik (sekaligus promosi
readers).
Kalau nggak ada tugas atau pekerjaan
rumah gue milih santai sambil main
twitter. Nah, waktu itu gue lagi bersantai di tempat tidur dan main-main twitter. Gue stalking abis uname official twitter @coboyjr , gue lihat adminnya lagi ngadain kuis berhadiah
jalan bareng dan dapat VCD CJRTM dari Coboy. Gue tertarik kan, siapa tahu aja
gue bisa menang. Amin. Gue lihat syaratnya cuma mengomentari VC terbaru mereka
yang berjudul ‘Pelangi dan Mimpi’ diyutub.
Gue langsung ngambil posisi yang mantep, gue
ambil notebook, colokin modem, lalu searching di yutub ‘Pelangi dan Mimpi’,
satu jendela lagi gue buka buat goggle
translate maklum gue nggak lincah berbahasa Inggris terus ngomen diyutubnya
harus pakai bahasa Inggris.
Setelah gue merangkai kata-kata yang pas buat
ditranslate, gue ketik lagi kata-kata
yang udah gue translate di kolom yang
tersedia, setelah itu gue klik enter.
Kata teman-teman comate ditwitter,
pengumuman pemenangnya setelah shalat isya. Karena gue ngirimnya terlalu cepat,
ashar dan magrib belum lewat. Gue ambil air wudhu lalu shalat ashar, gue berdoa
semoga gue yang menang kuis tersebut. Mari bilang amin readers.
Tapi, jangan salah paham deh, gue shalat bukan
supaya doa gue dikabulkan tapi karena gue emang anaknya rajin. Papa mama gue
selalu ngingatin buat shalat 5 waktu, karena itu wajib coy, meskipun shalat gua
nggak sesempurna ustad-ustad yang jadi imam di masjid-masjid. Angin yang
berhembus dari kamar jendela membuat gue jadi ngantuk. Suasananya cocok banget
buat tidur siang. Perlahan gue membetulkan posisi tidur yang salah, terus gue
mulai memejamkan mata.
Di luar sana gue lagi bercanda bareng Coboy
Junior, gue terpilih menjadi pemenang kuis Coboy dan satu lagi comate yang gue
temani, namanya Camiee, comate asal Aussie.
Bangga banget punya fens sampai luar negeri gitu, proud to be comate, asikkk. Gue, Camiee dan Coboy jalan-jalan ke
dufan, dufannya udah dibooking abis
sama maneger Coboy makanya sepi. Gue
salting bukan main berdiri di depan cowok cakep, Camiee juga begitu. Coboy
ngajak gue dan Camiee main sepuasnya di dufan, mereka ber-empat membuka baju
yang mereka pakai (eits jangan fiktor) terus nyemplung ke kolam renang. Gue
sama Camiee buru-buru ganti pakaian terus ikut berenang. Gue sih paling benci
yang namanya berenang, bukan apa-apa gue nggak tahu sama sekali berenang, yang
gue tahu hanya gaya batu. Sementara Coboy dan Camiee lagi main bola dalam air,
gue nggak ikutan.
Gue duduk di tepi kolam, meringkuk kedinginan.
Mereka seru banget mainnya, tawanya lepas, kayak bukan fens dan idolanya, tapi
udah seperti teman sendiri. Bastian natap gue terus dia ke tepi kolam, dia
nanya kenapa ngga ikutan main. Gue butuh oksigen, napas gue hilang-hilang,
barusan gue diajak bicara sama pangeran ya Allah.
Setelah puas berenang, mereka ngajak gue dan
Camiee makan siang. Gue duduk di samping Aldi, gue hampir kehabisan napas
karena natap Aldi lama-lama, efeknya bisa bikin diabetes dan susah tidur selama
2 minggu. Aldi orangnya perhatian banget meskipun rambutnya nutupin satu
matanya.
“Kamu asli Jogja ya?” Tanya Aldi kemudian.
“Hemm, i..i..iya,” goblok. Jawab iya aja
susahnya pake banget.
“Kelas berapa? Udah dari kapan jadi comate?
Tanya Kiki dengan senyum yang manis.
Lagi-lagi gue butuh oksigen, gue selalu
kehabisan oksigen kalau lihat mereka, apalagi ngajak gue ngomong. Gue tersadar
dari lamunan, pertanyaan Kiki belum gue jawab.
“Oh aku kelas 2 SMA, hm lumayan udah lama sih.”
“Apa sih suka dukanya selamu kamu jadi
comate?” Kiki nanya lagi.
“Sukanya punya banyak teman dari berbagai kota
bahkan luar negeri, kalian bisa jadi moodbaster,
inspirasi dan penyemangat deh. Dukanya itu kalau kalian nongol di tivi tapi gue
nggak bisa lihat kalian perform,
harga tiket konser kalian mahal, kalian opmen
atau opfoll tapi gue nggak kebagian,
biasa ada comate yang ehmm, fanatik gitudeh,” gue berasa curhat sama mereka.
Mereka ber-empat hanya mangut-mangut, entahlah mereka mengerti atau nggak.
Setelah malam tiba, mereka ngajakin gue sama
Camiee kesalah satu café yang romantis di Jakarta. Cafenya di pinggir pantai,
ombaknya keren. Lampunya kedap-kedip, udah kayak orang pacaran aja. Bagi
siapapun yang ingin nembak cewek atau ngelamar cewek di sini tempat yang paling
cocok, di Café Batavia, Jalan Pintu Kecil No.14 Jakarta, Kota Jakarta Barat,
DKI Jakarta 11230, Indonesia.
Gue ngerasa aneh, sosok mereka berempat yang
tadi semeja makan kini jadi ngilang satu-satu, jangan-jangan mereka hantu atau
gimana? Atau jangan-jangan gue yang mimpi? Seingat gue, gue masih berbaring di
ranjang kamar gue dengan posisi yang wenak. Sebenarnya gue takut, takut kalau
semuanya ternyata hanya mimpi. Gue takut buka mata, takut lihat jendela, takut lihat
pintu, takut semuanya deh. Dengan berat hati, gue buka mata juga dan semuanya
ternyata mimpi.
Twitter telah menghipnotis gue sampai kebawa mimpi, pas
gue sadar kalau gue mimpi gue nangis kayak orang kesetrum, mimpi gue barusan udah
bikin gue melayang sampai langit ketujuh lalu gue jatuh sampai tanah ketujuh,
keras banget. Twitter juga udah mengubah
hidup gue beberapa derajat.
Twitter juga udah ngebuat gue nggak tidur semalaman
gara-gara nunggu di sapa bidadari yang setiap hari di bully. Selain itu, twitter
juga udah ngenipu gue habis-habisan. Sebelum gue ngefens sama Coboy, gue pernah
lihat di timeline pengguna uname @alvaremaldini1 mentionan dengan teman comate gue di twitter, gue kira Aldi Coboy Junior
ternyata parody Aldi. Gue jengkel sejengkel-jengkelnya, bukannya apa gue
terlalu membanggakan kalau mention gue dibalas artis, tapi bukan artis yang
balas, melainkan manusia baisa. Eh tapi artis itu juga manusia biasakan? Setelah
gue ngefans habis-habisan sama Coboy akhirnya gue ngefollow semua member Coboy
dan sampai sekarang lo tahu sesuatu nggak? Mention gue belum sekalipun dibalas
mereka. Yaterus?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar